Yeosu, 5 November 2026 – Perjalanan tunggal putri Indonesia, Mutiara Ayu Puspitasari, harus terhenti pada babak 16 besar Korea Open 2026 setelah dikalahkan wakil Taiwan, Lin Hsiang Ti. Pertandingan yang berlangsung di Jinnam Stadium, Yeosu, Korea Selatan, Kamis (5/11/2026), berjalan sengit hingga tiga gim. Mutiara akhirnya menyerah dengan skor 20-22, 21-19, dan 13-21 dalam pertandingan selama 68 menit. Kekalahan tersebut membuatnya gagal mengamankan tiket menuju perempat final turnamen BWF World Tour Super 500. Meski tersingkir, Mutiara mampu memberikan perlawanan terhadap lawan yang berstatus unggulan keenam.
Sejak gim pertama, Mutiara berusaha mengimbangi permainan cepat yang diperagakan Lin Hsiang Ti. Kedua pemain saling menekan dan terlibat persaingan ketat dalam perebutan angka. Mutiara sempat tertinggal 13-15, tetapi terus berusaha mengejar ketertinggalan hingga memasuki poin-poin kritis. Pertandingan berlangsung semakin menegangkan ketika kedua pemain mendekati angka kemenangan. Namun, Lin mampu memanfaatkan kesempatan dengan lebih baik dan mengamankan gim pembuka 22-20. Mutiara kemudian mengakui bahwa kurangnya ketenangan dan keyakinan pada momen penting menjadi salah satu penyebab kegagalannya merebut gim pertama.
Memasuki gim kedua, Mutiara menunjukkan peningkatan performa dengan bermain lebih berani dan berusaha mengendalikan tempo pertandingan. Ia memperbaiki penempatan pukulan sekaligus meningkatkan intensitas serangan untuk menekan pertahanan lawan. Strategi tersebut membuat Lin Hsiang Ti kesulitan mempertahankan keunggulan seperti pada gim sebelumnya. Persaingan kembali berlangsung ketat karena kedua pemain sama-sama berusaha menjaga peluang kemenangan. Mutiara akhirnya berhasil merebut gim kedua dengan skor 21-19. Hasil tersebut membuat pertandingan harus dilanjutkan menuju gim ketiga untuk menentukan pemain yang berhak melaju ke babak berikutnya.
Pada gim penentuan, Lin Hsiang Ti tampil lebih konsisten dan mampu memberikan tekanan melalui variasi pukulan serta penguasaan permainan. Mutiara mencoba mempertahankan momentum kebangkitan yang diperolehnya pada gim kedua, tetapi beberapa kesalahan membuatnya kehilangan angka penting. Tekanan dari pemain unggulan keenam tersebut semakin terasa ketika pertandingan memasuki fase menentukan. Lin berhasil memperlebar keunggulan dan memaksa Mutiara bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan. Upaya tunggal putri Indonesia itu belum cukup untuk membalikkan keadaan hingga akhirnya kalah 13-21. Hasil tersebut memastikan Lin melangkah ke perempat final, sedangkan Mutiara harus mengakhiri perjuangannya.
Seusai pertandingan, Mutiara mengungkapkan bahwa penampilannya secara keseluruhan sebenarnya lebih baik dibandingkan laga sebelumnya. Namun, ia menyadari masih memiliki kekurangan dalam menjaga ketenangan ketika menghadapi situasi sulit. Menurutnya, tekanan dari pemain yang berada pada level lebih tinggi terasa berbeda, terutama dalam kualitas pukulan dan kemampuan mengendalikan permainan. Mutiara juga menilai dirinya perlu lebih cepat menyesuaikan strategi ketika lawan melakukan perubahan pola permainan. Pengalaman menghadapi Lin Hsiang Ti memberikan gambaran mengenai aspek yang harus diperbaiki untuk meningkatkan daya saing. Ia menjadikan kekalahan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi turnamen berikutnya.
Sebelum tersingkir pada babak 16 besar, Mutiara menunjukkan performa menjanjikan sepanjang Korea Open 2026. Ia memulai perjuangan melalui babak kualifikasi dan berhasil mengalahkan wakil Ukraina, Yevheniia Kantemyr, dengan skor 21-5 dan 21-6. Setelah memastikan tempat di babak utama, Mutiara kembali meraih kemenangan atas pemain tuan rumah, Kim Joo Eun, pada Rabu (4/11/2026). Dalam pertandingan tersebut, ia menang dua gim langsung dengan skor 21-16 dan 21-19 selama 44 menit. Kemenangan itu sekaligus menjadi keberhasilan Mutiara membalas dua kekalahan sebelumnya dari Kim. Rangkaian hasil tersebut memperlihatkan perkembangan positif meskipun langkahnya belum berhasil mencapai delapan besar.
Korea Open 2026 menjadi pengalaman penting bagi Mutiara karena merupakan penampilan pertamanya dalam turnamen level Super 500. Ia mengaku bersyukur dapat menunjukkan permainan kompetitif meskipun harus menghadapi lawan yang memiliki pengalaman lebih tinggi. Kekalahan dari Lin Hsiang Ti memberikan pelajaran mengenai pentingnya ketenangan, konsistensi, dan kemampuan beradaptasi ketika menghadapi tekanan pertandingan. Hasil tersebut juga menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dalam mempersiapkan Mutiara menghadapi persaingan internasional berikutnya. Dengan pengalaman yang diperoleh selama turnamen di Korea Selatan, Mutiara diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan dan memperbaiki kekurangan yang masih terlihat. Perjalanannya di Korea Open 2026 berakhir pada babak 16 besar, tetapi pengalaman menghadapi pemain unggulan menjadi modal berharga untuk perkembangan kariernya.