Jakarta, 22 Oktober 2026 – NAMARINA merayakan perjalanan 70 tahun kiprahnya dalam dunia pendidikan seni tari Indonesia dengan mempersembahkan produksi pertunjukan bertajuk Never Forget, Neverland. Pementasan yang dikemas melalui konsep Ballet and Dance School Production ini menjadi bagian dari perayaan ulang tahun sekaligus momentum untuk memperlihatkan perkembangan pendidikan balet dan tari modern yang telah dijalankan selama puluhan tahun. Mengangkat tema dunia imajinasi, petualangan, dan kenangan masa kecil, pertunjukan tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman artistik yang memadukan teknik tari, musik, ekspresi panggung, serta kekuatan cerita. Perayaan tujuh dekade ini juga menjadi kesempatan bagi NAMARINA untuk menegaskan komitmennya dalam mengembangkan potensi generasi muda melalui pendidikan seni pertunjukan. Kehadiran produksi tersebut mencerminkan perjalanan panjang sebuah lembaga pendidikan tari yang terus berupaya mempertahankan tradisi sekaligus mengikuti perkembangan kreativitas di era modern.
Mengusung judul Never Forget, Neverland, produksi ini mengambil inspirasi dari dunia fantasi yang identik dengan kebebasan berimajinasi dan semangat petualangan. Konsep Neverland dikenal sebagai gambaran tempat yang menghadirkan keajaiban, persahabatan, serta pengalaman masa kecil yang sulit dilupakan. Melalui pendekatan seni tari, tema tersebut membuka ruang bagi pengembangan koreografi yang menggabungkan gerakan balet klasik dengan unsur tari kontemporer dan ekspresi teatrikal. Setiap rangkaian adegan dapat menjadi sarana untuk menggambarkan perjalanan emosional para karakter melalui bahasa tubuh dan dinamika musik. Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah cerita dapat diterjemahkan menjadi pengalaman visual yang menarik tanpa harus sepenuhnya bergantung pada dialog.
Perjalanan NAMARINA selama tujuh dekade memiliki arti penting dalam perkembangan pendidikan tari, khususnya dalam memperkenalkan balet kepada berbagai generasi di Indonesia. Pendidikan balet tidak hanya berfokus pada penguasaan gerakan teknis, tetapi juga membentuk kedisiplinan, konsentrasi, keseimbangan, dan kemampuan mengekspresikan emosi. Dalam proses pembelajaran, para siswa menjalani latihan yang menuntut ketekunan untuk memahami teknik dasar hingga mampu membawakan koreografi dengan tingkat kesulitan lebih tinggi. Pengalaman mengikuti produksi panggung menjadi salah satu bagian penting karena memberikan kesempatan untuk menerapkan hasil latihan dalam situasi pertunjukan yang sesungguhnya. Melalui kegiatan tersebut, pendidikan seni tari dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi perkembangan kemampuan artistik dan kepercayaan diri peserta didik.
Produksi Never Forget, Neverland juga menjadi gambaran mengenai pentingnya kerja sama dalam menghadirkan sebuah pertunjukan seni berskala besar. Pementasan balet membutuhkan koordinasi antara penari, koreografer, pengajar, penata musik, penata kostum, serta tim produksi yang bertanggung jawab terhadap berbagai kebutuhan teknis panggung. Setiap unsur memiliki peran dalam memastikan gerakan, pencahayaan, musik, dan tata visual dapat membentuk satu kesatuan pertunjukan yang harmonis. Dalam proses persiapan, para penari perlu menyesuaikan kemampuan individual dengan kebutuhan koreografi kelompok agar setiap perpindahan adegan berlangsung secara teratur. Kerja sama tersebut sekaligus memberikan pengalaman mengenai tanggung jawab, komunikasi, dan profesionalisme yang menjadi bagian penting dalam dunia seni pertunjukan.
Dari sisi pendidikan, penyelenggaraan produksi tari dalam rangka ulang tahun ke-70 memberikan kesempatan untuk memperlihatkan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Pementasan menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan tampil di hadapan penonton sekaligus memahami pentingnya konsistensi selama menjalani proses latihan. Bagi peserta yang masih berada pada tahap awal pembelajaran, pengalaman panggung dapat membantu membangun keberanian serta kemampuan menyesuaikan diri dengan suasana pertunjukan. Sementara itu, bagi penari yang lebih berpengalaman, produksi semacam ini menjadi sarana untuk memperdalam interpretasi karakter, meningkatkan kualitas teknik, dan mengembangkan ekspresi artistik. Dengan demikian, pertunjukan tidak hanya memiliki nilai hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai bagian dari proses pendidikan yang menghubungkan pembelajaran di studio dengan praktik profesional.
Perayaan 70 tahun NAMARINA turut menyoroti perubahan dan perkembangan minat masyarakat terhadap seni tari dari masa ke masa. Balet yang sebelumnya lebih sering dipandang sebagai bentuk kesenian dengan aturan teknik yang ketat kini semakin banyak dipadukan dengan pendekatan kreatif untuk menjangkau penonton yang lebih luas. Perkembangan tersebut memberikan kesempatan bagi lembaga pendidikan tari untuk memperkenalkan berbagai bentuk pertunjukan tanpa meninggalkan dasar-dasar teknik klasik. Penggunaan tema fantasi seperti Neverland menjadi salah satu pendekatan yang dapat membantu penonton dari berbagai kelompok usia menikmati cerita melalui gerakan dan visual panggung. Perpaduan antara tradisi dan inovasi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan seni tari di tengah semakin beragamnya pilihan hiburan dan aktivitas kreatif masyarakat.
Selain menjadi perayaan perjalanan institusi, Never Forget, Neverland memiliki makna yang berkaitan dengan pentingnya menjaga kreativitas dan imajinasi sepanjang kehidupan. Dunia masa kecil sering dikaitkan dengan keberanian bermimpi, rasa ingin tahu, dan kebebasan untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan. Melalui seni pertunjukan, gagasan tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk gerakan yang menghadirkan pengalaman emosional bagi penari maupun penonton. Balet memiliki kemampuan untuk menyampaikan cerita tentang persahabatan, harapan, keberanian, dan perubahan melalui perpaduan koreografi serta musik. Nilai-nilai tersebut menjadikan pertunjukan bertema fantasi relevan untuk dinikmati tidak hanya oleh anak-anak, tetapi juga oleh orang dewasa yang ingin kembali mengenang pengalaman dan imajinasi masa kecil.
Memasuki usia ke-70, NAMARINA menghadapi kesempatan sekaligus tantangan untuk terus mengembangkan pendidikan seni tari yang relevan dengan kebutuhan generasi mendatang. Keberlanjutan sebuah lembaga pendidikan seni membutuhkan keseimbangan antara pelestarian teknik, peningkatan kualitas pembelajaran, dan keterbukaan terhadap perkembangan bentuk pertunjukan baru. Melalui produksi Never Forget, Neverland, perjalanan panjang tersebut memperoleh ruang perayaan yang menempatkan kreativitas dan pendidikan sebagai bagian utama dari identitas NAMARINA. Pertunjukan ini sekaligus memperlihatkan bahwa seni tari dapat menjadi sarana untuk membangun karakter, memperluas pengalaman budaya, serta mempertemukan berbagai generasi melalui bahasa artistik yang universal. Perayaan tujuh dekade tersebut diharapkan menjadi momentum bagi NAMARINA untuk melanjutkan kontribusinya dalam membina talenta muda dan memperkaya perkembangan seni pertunjukan Indonesia pada masa mendatang.