Jakarta, 6 Mei 2026 – Laju inflasi di Jakarta tercatat sebesar 2,12 persen, menunjukkan kondisi harga yang relatif terkendali. Data ini dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang memantau perkembangan harga barang dan jasa di ibu kota.
Meski secara umum inflasi masih dalam batas aman, terdapat satu sektor yang mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai 11,58 persen. Kenaikan tajam ini menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat di sektor terkait.
BPS menjelaskan bahwa lonjakan tersebut dipicu oleh peningkatan permintaan serta gangguan pasokan pada komoditas tertentu. Faktor musiman dan distribusi juga turut berkontribusi terhadap kenaikan harga di sektor tersebut.
Di sisi lain, sejumlah kelompok pengeluaran lainnya masih menunjukkan kenaikan yang relatif stabil. Hal ini membantu menjaga inflasi secara keseluruhan tetap terkendali di level yang moderat.
Pemerintah daerah bersama tim pengendali inflasi terus melakukan berbagai langkah untuk menstabilkan harga, termasuk memastikan kelancaran distribusi dan menjaga ketersediaan pasokan.
Pengamat ekonomi menilai bahwa meskipun inflasi masih terkendali, lonjakan di sektor tertentu perlu diantisipasi agar tidak meluas ke sektor lain. Pengendalian yang tepat dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam mengelola pengeluaran, sementara pemerintah terus berupaya menjaga kestabilan ekonomi di tingkat daerah.