Jakarta, 27 Mei 2026 – Sapi jenis Simental kembali menjadi sorotan publik setelah salah satu hewan kurban berbobot sekitar 1,3 ton yang disumbangkan Prabowo Subianto menarik perhatian masyarakat menjelang Iduladha. Ukuran tubuhnya yang sangat besar membuat sapi tersebut menjadi pusat perhatian warga di lokasi penampungan maupun saat diperkenalkan kepada publik. Jenis sapi Simental memang dikenal sebagai salah satu ras sapi unggulan dengan postur besar dan pertumbuhan bobot yang cepat. Selain sering dipilih sebagai hewan kurban premium, sapi ini juga banyak dibudidayakan peternak karena kualitas dagingnya yang baik dan nilai ekonominya cukup tinggi. Kehadiran sapi berukuran jumbo tersebut pun menambah semarak suasana Iduladha di berbagai daerah.
Sapi Simental berasal dari kawasan Swiss dan termasuk salah satu ras sapi tertua yang berkembang luas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Ciri khas utamanya terlihat dari tubuh besar berotot dengan warna cokelat kemerahan berpadu putih di beberapa bagian tubuh dan wajah. Bobot sapi jantan dewasa dapat mencapai lebih dari satu ton jika dirawat secara optimal dengan pola pakan dan perawatan yang baik. Di Indonesia, sapi Simental sering dikawinkan silang dengan sapi lokal untuk menghasilkan ternak dengan pertumbuhan cepat dan kualitas daging lebih baik. Karena ukuran tubuhnya yang besar, jenis sapi ini juga memerlukan perawatan ekstra serta asupan nutrisi tinggi agar kondisinya tetap sehat hingga masa panen atau kurban.
Peternak menyebut sapi berbobot 1,3 ton seperti yang disumbangkan Presiden bukanlah hasil perawatan singkat, melainkan melalui proses pemeliharaan bertahun-tahun. Pakan berkualitas, kebersihan kandang, serta pengawasan kesehatan menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan sapi tetap optimal. Selain itu, sapi berukuran jumbo biasanya rutin mendapat pemeriksaan kesehatan dari dokter hewan untuk memastikan kondisinya layak sebagai hewan kurban. Banyak masyarakat tertarik melihat langsung sapi-sapi berukuran besar tersebut karena ukurannya yang jauh lebih besar dibanding sapi biasa yang umum ditemui di pasar hewan. Kehadiran sapi jumbo saat Iduladha juga sering menjadi daya tarik tersendiri di berbagai daerah.
Di sisi lain, sapi Simental dikenal memiliki kualitas daging yang cukup baik dengan tekstur relatif lembut dan kandungan daging yang banyak. Hal tersebut membuat harga jualnya cenderung lebih tinggi dibanding beberapa jenis sapi lokal lainnya. Dalam momentum Iduladha, sapi berbobot besar biasanya dipilih karena dianggap dapat menghasilkan lebih banyak daging untuk dibagikan kepada masyarakat. Selain nilai ekonominya, keberadaan sapi jumbo juga sering menjadi simbol perhatian dan kepedulian sosial dari pihak yang berkurban. Tidak heran jika sapi-sapi dengan ukuran ekstrem kerap menjadi pusat perhatian publik dan media setiap menjelang hari raya kurban.
Fenomena sapi Simental berbobot lebih dari satu ton menunjukkan perkembangan peternakan modern di Indonesia yang semakin maju dalam hal pembibitan dan perawatan ternak. Banyak peternak kini mulai memanfaatkan teknologi pakan dan pengelolaan kandang untuk meningkatkan kualitas sapi yang mereka pelihara. Pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas peternakan lokal agar mampu memenuhi kebutuhan hewan kurban dan konsumsi nasional. Kehadiran sapi kurban jumbo dari Presiden Prabowo sekaligus menjadi perhatian masyarakat terhadap potensi besar sektor peternakan dalam negeri. Dengan perawatan yang tepat dan dukungan teknologi, peternak Indonesia dinilai mampu menghasilkan ternak berkualitas tinggi yang tidak kalah dengan negara lain.