Jakarta, 17 September 2026 – Penggunaan tampon dan menstrual cup masih sering dikaitkan dengan anggapan bahwa kedua produk menstruasi tersebut dapat memengaruhi atau bahkan menghilangkan keperawanan seorang perempuan. Pandangan tersebut terutama muncul karena tampon dan menstrual cup digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam vagina. Namun, dari sudut pandang medis, anggapan tersebut tidak tepat. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dr. Fadhilah Akhdasari, Sp.OG menjelaskan bahwa keperawanan bukan diagnosis atau kondisi medis yang dapat ditentukan melalui pemeriksaan fisik. Dalam anatomi tubuh perempuan terdapat jaringan bernama himen atau yang umum disebut selaput dara, tetapi kondisinya tidak dapat digunakan sebagai bukti seseorang pernah atau belum pernah melakukan hubungan seksual. Bentuk, ukuran, ketebalan, dan elastisitas himen juga berbeda pada setiap perempuan.
Himen merupakan jaringan tipis dan elastis yang terletak di sekitar pembukaan vagina. Jaringan tersebut bukan lapisan tertutup rapat seperti gambaran yang selama ini sering berkembang di masyarakat. Pada sebagian perempuan, himen dapat berbentuk tipis dan sangat elastis, sedangkan pada perempuan lain bentuk serta ketebalannya dapat berbeda. Variasi tersebut merupakan bagian dari keragaman anatomi tubuh yang normal. Bahkan, kondisi himen dapat berubah seiring pertumbuhan dan berbagai aktivitas sehari-hari. Karena variasinya sangat besar, dokter tidak dapat menentukan riwayat aktivitas seksual seseorang hanya berdasarkan tampilan himen.
Fadhilah menegaskan bahwa penggunaan tampon maupun menstrual cup tidak dapat dijadikan dasar untuk mengatakan seseorang kehilangan keperawanan. Tampon merupakan produk yang dimasukkan ke vagina untuk menyerap darah menstruasi, sedangkan menstrual cup bekerja dengan menampung darah menstruasi di dalam wadah fleksibel. Keduanya merupakan produk kebersihan menstruasi dan penggunaannya tidak mempunyai hubungan langsung dengan aktivitas seksual. Karena itu, seseorang yang belum pernah melakukan hubungan seksual tetap dapat menggunakan produk tersebut apabila merasa nyaman dan tidak mempunyai kondisi anatomi tertentu yang menyulitkan penggunaannya. Pemilihan produk menstruasi pada akhirnya merupakan keputusan personal berdasarkan kenyamanan dan kebutuhan masing-masing.
Meski demikian, penggunaan produk yang dimasukkan ke dalam vagina memang dapat memengaruhi jaringan himen pada sebagian orang. Himen mempunyai tingkat elastisitas berbeda sehingga memasukkan tampon atau benda lain dapat membuat jaringan tersebut meregang atau mengalami perubahan. Pada sebagian perempuan, perubahan mungkin terjadi tanpa rasa sakit maupun perdarahan. Pada orang lain, jaringan tersebut tetap tidak mengalami perubahan berarti karena sifatnya cukup elastis. Hal yang sama juga dapat terjadi akibat aktivitas sehari-hari dan perkembangan tubuh. Kondisi inilah yang membuat perubahan pada himen tidak dapat digunakan sebagai indikator aktivitas seksual.
Anggapan bahwa selaput dara harus selalu tetap utuh sebelum seseorang melakukan hubungan seksual juga tidak sesuai dengan pemahaman medis mengenai anatomi himen. Jaringan tersebut dapat mengalami peregangan atau perubahan secara bertahap. Aktivitas fisik, penggunaan tampon, penetrasi, serta proses pertumbuhan dapat memengaruhi bentuknya. Sebaliknya, hubungan seksual juga tidak selalu menyebabkan himen mengalami robekan yang terlihat atau menghasilkan perdarahan. Ada perempuan yang mempunyai himen sangat elastis sehingga perubahan setelah penetrasi tidak mudah dikenali. Dengan demikian, ada atau tidaknya perubahan pada himen tidak memberikan informasi yang dapat diandalkan mengenai riwayat seksual seseorang.
Penjelasan tersebut sekaligus meluruskan anggapan mengenai perdarahan pada hubungan seksual pertama. Tidak semua perempuan akan mengalami perdarahan ketika pertama kali melakukan penetrasi vaginal. Karakter himen berbeda-beda dan jaringan tersebut dapat cukup elastis untuk meregang tanpa mengalami luka yang menyebabkan perdarahan. Sebaliknya, perdarahan ringan juga dapat terjadi akibat gesekan atau kurangnya pelumasan dan bukan menjadi bukti mengenai status keperawanan. Oleh sebab itu, menggunakan perdarahan sebagai ukuran untuk menentukan apakah seseorang sebelumnya pernah melakukan hubungan seksual tidak mempunyai dasar medis yang dapat diandalkan. Kondisi anatomi setiap individu perlu dipahami secara terpisah.
Menstrual cup juga mempunyai prinsip penggunaan yang berbeda dari tampon meskipun sama-sama ditempatkan di dalam vagina. Produk tersebut umumnya dibuat dari bahan fleksibel seperti silikon dan dirancang untuk menampung darah menstruasi. Cup dilipat terlebih dahulu sebelum dimasukkan, kemudian akan membuka kembali setelah berada pada posisi yang sesuai. Karena ukurannya lebih besar daripada tampon, pengguna pertama kali mungkin membutuhkan waktu untuk mempelajari teknik pemasangan dan pelepasannya. Namun, ukurannya tidak berarti menstrual cup menentukan kondisi himen maupun keperawanan seseorang. Panduan kesehatan untuk remaja juga menegaskan bahwa menstrual cup tidak mengubah status keperawanan.
Pada beberapa orang, penggunaan tampon atau menstrual cup memang dapat terasa lebih sulit karena variasi anatomi himen. Kondisi seperti microperforate hymen membuat pembukaan pada jaringan himen sangat kecil sehingga pemasangan tampon dapat sulit dilakukan. Ada pula septate hymen, yaitu kondisi ketika terdapat jaringan tambahan yang membentuk dua lubang pada pembukaan vagina. Sementara imperforate hymen merupakan kondisi ketika jaringan menutupi pembukaan vagina sehingga darah menstruasi tidak dapat keluar secara normal. Variasi anatomi seperti ini relatif jarang, tetapi dapat menjadi alasan seseorang mengalami kesulitan ketika mencoba menggunakan produk menstruasi internal. Kondisi tersebut merupakan persoalan anatomi dan tidak berkaitan dengan keperawanan.
Apabila tampon sulit dimasukkan, pengguna tidak dianjurkan memaksakannya karena tindakan tersebut dapat menyebabkan rasa sakit atau iritasi. Kesulitan pada penggunaan pertama juga tidak selalu berarti terdapat kelainan anatomi. Posisi pemasangan yang kurang tepat, ukuran tampon, ketegangan otot, maupun rasa cemas dapat membuat proses memasukkan tampon menjadi tidak nyaman. Tampon yang telah dipasang dengan benar umumnya tidak seharusnya menimbulkan rasa sakit selama digunakan. Jika rasa sakit terus terjadi atau tampon sama sekali tidak dapat dimasukkan setelah beberapa kali mencoba dengan teknik yang tepat, pemeriksaan kepada tenaga kesehatan dapat dilakukan. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui apakah terdapat variasi anatomi atau kondisi lain yang menyebabkan keluhan.
Kebersihan juga menjadi bagian penting dalam penggunaan produk menstruasi internal. Tangan perlu dicuci sebelum memasukkan atau mengeluarkan tampon maupun menstrual cup. Tampon harus diganti secara teratur dan tidak digunakan melebihi durasi yang dianjurkan pada petunjuk produknya. Penggunaan tampon terlalu lama dapat meningkatkan risiko komplikasi langka tetapi serius yang dikenal sebagai toxic shock syndrome. Pemilihan tingkat daya serap tampon juga sebaiknya disesuaikan dengan volume menstruasi dan menggunakan tingkat serap terendah yang mencukupi kebutuhan. Produk tidak boleh digunakan di luar fungsi yang ditujukan untuk menangani aliran menstruasi.
Menstrual cup memerlukan perawatan yang sedikit berbeda karena sebagian besar produknya dapat digunakan kembali. Cup perlu dibersihkan sesuai petunjuk produsen dan tangan harus dalam kondisi bersih ketika melakukan pemasangan maupun pelepasan. Lama penggunaan dalam satu kali pemasangan bergantung pada produk, tetapi sejumlah panduan menyebut menstrual cup tidak seharusnya dibiarkan terpasang lebih dari sekitar 12 jam. Kapasitas cup dan derasnya menstruasi juga menentukan seberapa sering produk perlu dikosongkan. Pengguna baru dapat membutuhkan beberapa siklus menstruasi sebelum menemukan teknik pemasangan yang paling nyaman. Ukuran dan tingkat fleksibilitas menstrual cup juga berbeda sehingga satu produk belum tentu cocok untuk semua orang.
Kesalahpahaman mengenai keperawanan sering muncul karena kondisi himen dianggap sebagai penanda pasti aktivitas seksual. Dalam praktik medis, hubungan tersebut jauh lebih kompleks. American College of Obstetricians and Gynecologists menjelaskan bahwa keperawanan bukan diagnosis medis, melainkan konsep yang dapat mempunyai makna sosial dan budaya berbeda. Karena itu, pemeriksaan himen tidak dapat memberikan kesimpulan pasti mengenai apakah seseorang pernah melakukan hubungan seksual. Perubahan jaringan tersebut juga dapat terjadi tanpa aktivitas seksual, sedangkan aktivitas seksual tidak selalu menghasilkan perubahan yang dapat diidentifikasi secara fisik.
Pemahaman mengenai hal tersebut penting karena mitos tentang himen dapat menimbulkan kekhawatiran ketika seseorang hendak memilih produk menstruasi. Perempuan tidak perlu menganggap penggunaan tampon atau menstrual cup sebagai aktivitas seksual. Produk tersebut pada dasarnya mempunyai fungsi yang sama dengan pembalut, yakni membantu mengelola darah menstruasi, meskipun mekanisme penggunaannya berbeda. Pembalut digunakan di luar tubuh, tampon menyerap darah dari dalam vagina, sedangkan menstrual cup menampung darah sebelum dikeluarkan dan dibersihkan. Masing-masing mempunyai kelebihan serta karakter penggunaan tersendiri. Pilihan dapat ditentukan berdasarkan kenyamanan, aktivitas, biaya, kemudahan penggunaan, dan preferensi pribadi.
Penggunaan tampon dan menstrual cup dengan demikian tidak menentukan apakah seseorang masih dianggap perawan atau tidak. Kondisi himen juga bukan alat yang dapat digunakan untuk membuktikan riwayat hubungan seksual seseorang karena bentuk dan elastisitasnya sangat bervariasi serta dapat berubah karena berbagai faktor. Tampon atau menstrual cup memang dapat menyebabkan peregangan jaringan himen pada sebagian pengguna, tetapi perubahan tersebut tidak mempunyai arti sebagai penanda aktivitas seksual. Hal yang lebih penting adalah menggunakan produk menstruasi dengan teknik yang benar, menjaga kebersihan, dan tidak memaksakan pemasangan apabila terasa sakit. Jika terdapat kesulitan berulang, perdarahan yang tidak biasa, atau nyeri saat memasukkan produk menstruasi, konsultasi dengan dokter dapat membantu memastikan penyebabnya. Dengan pemahaman anatomi yang tepat, pemilihan produk menstruasi dapat didasarkan pada kebutuhan kesehatan dan kenyamanan, bukan pada mitos mengenai keperawanan.