Jakarta, 28 Agustus 2026 – Kementerian Kesehatan mengungkap sejumlah masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada anak sekolah dan remaja melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Temuan tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan anak tidak hanya berkaitan dengan penyakit yang selama ini umum ditemukan, tetapi juga mulai menyentuh masalah seperti tekanan darah tinggi dan obesitas.
Berdasarkan hasil pemeriksaan CKG periode 1 Januari hingga 14 Juli 2026 terhadap 8,82 juta peserta didik, terdapat lima masalah kesehatan yang paling sering ditemukan. Masalah tersebut meliputi gigi berlubang, anemia, peningkatan tekanan darah atau hipertensi, gangguan pada telinga, serta obesitas.
Gigi Berlubang Jadi Masalah Terbanyak
Masalah gigi menjadi temuan paling dominan pada anak sekolah. Sekitar 40,8 persen siswa yang menjalani pemeriksaan diketahui mengalami gigi berlubang.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesehatan gigi dan mulut masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi anak usia sekolah. Kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan pemeriksaan secara berkala menjadi bagian penting dalam mencegah masalah tersebut berkembang lebih parah.
Kementerian Kesehatan juga menempatkan kesehatan gigi sebagai salah satu fokus dalam pelaksanaan CKG di sekolah.
Anemia Banyak Ditemukan pada Remaja Putri
Masalah kesehatan berikutnya adalah anemia yang terutama ditemukan pada remaja putri. Data CKG menunjukkan sekitar 27,3 persen remaja putri mengalami anemia.
Anemia dapat membuat seseorang mudah lelah dan kurang bugar. Pada usia sekolah, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari serta kemampuan mengikuti proses pembelajaran.
Pemeriksaan dan penanganan sejak dini diperlukan agar kondisi tersebut tidak berlanjut.
Tekanan Darah Tinggi Mulai Muncul pada Anak
Temuan yang cukup menjadi perhatian adalah peningkatan tekanan darah. Sekitar 27,7 persen siswa yang diperiksa tercatat mengalami tekanan darah di atas normal.
Kementerian Kesehatan sebelumnya juga menyebut bahwa pada kelompok anak sekolah dan remaja, sekitar satu dari lima peserta CKG mengalami tekanan darah di atas normal.
Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor risiko penyakit tidak menular mulai terlihat sejak usia muda. Kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang kurang sehat, serta gaya hidup sedentari menjadi sejumlah hal yang perlu diperhatikan.
Gangguan Telinga Juga Ditemukan
Masalah kesehatan lainnya adalah penumpukan kotoran telinga atau impaksi telinga. Kondisi tersebut ditemukan pada sekitar 6,9 persen peserta didik.
Meski persentasenya jauh lebih rendah dibandingkan masalah gigi, anemia, dan tekanan darah, gangguan telinga tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kemampuan anak menerima informasi selama proses belajar.
Pemeriksaan kesehatan di sekolah memungkinkan masalah seperti ini diketahui lebih cepat sehingga dapat ditindaklanjuti bila diperlukan.
Obesitas Mulai Mengkhawatirkan
Obesitas juga masuk dalam lima masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan. Sekitar 6,7 persen siswa yang menjalani pemeriksaan diketahui mengalami obesitas.
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono sebelumnya menegaskan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan penampilan. Kondisi tersebut merupakan penyakit kronis yang dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung.
Kondisi ini menjadi semakin penting diperhatikan karena perubahan gaya hidup membuat penyakit yang dahulu lebih banyak ditemukan pada orang dewasa mulai muncul pada usia lebih muda.
Masalah Kesehatan Berbeda Berdasarkan Usia
Data CKG menunjukkan adanya perbedaan masalah kesehatan berdasarkan jenjang usia. Pada anak SD, karies gigi menjadi temuan utama, kemudian diikuti peningkatan tekanan darah dan gangguan status gizi.
Sementara pada kelompok SMP dan SMA, selain masalah gigi, mulai terlihat persoalan kesehatan mental, risiko tuberkulosis, peningkatan tekanan darah, serta masalah gizi. Pada kelompok anak sekolah dan remaja secara keseluruhan, karies gigi ditemukan pada lebih dari 40 persen peserta, disusul anemia sekitar 27 persen, peningkatan tekanan darah 21 persen, penumpukan kotoran telinga 7 persen, serta gizi lebih dan obesitas 7 persen.
Gaya Hidup Perlu Diperbaiki Sejak Dini
Munculnya hipertensi dan obesitas pada anak menjadi pengingat bahwa pola hidup sehat perlu dibentuk sejak usia sekolah. Aktivitas fisik yang cukup, pola makan seimbang, tidur yang memadai, serta pembatasan waktu penggunaan gawai menjadi bagian dari upaya pencegahan.
Wamenkes juga menyoroti meningkatnya kasus diabetes tipe 2 pada remaja. Menurutnya, kurang aktivitas fisik, durasi screen time yang tinggi, kurang tidur, serta konsumsi gula dan makanan ultra-proses berlebihan menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.
CKG Bukan Sekadar Pemeriksaan
Pemerintah menegaskan bahwa CKG tidak berhenti pada kegiatan pemeriksaan. Hasil skrining dapat menjadi dasar untuk memberikan edukasi maupun merujuk anak yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Kemenkes juga memperkuat tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan, termasuk pengendalian tekanan darah, gula darah, dan berat badan sejak usia muda. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan risiko penyakit kronis ketika anak memasuki usia dewasa.
Lima masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada anak sekolah dalam pemeriksaan CKG adalah gigi berlubang, anemia, peningkatan tekanan darah, gangguan atau penumpukan kotoran telinga, serta obesitas. Temuan ini menunjukkan pentingnya deteksi dini sekaligus penerapan pola hidup sehat sejak usia sekolah agar risiko penyakit kronis dapat ditekan.