Kyiv, 8 November 2026 – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa Rusia meluncurkan 36 rudal balistik ke arah Kyiv dan wilayah sekitarnya dalam serangan besar-besaran pada Sabtu (7/11/2026). Serangan tersebut juga melibatkan 172 pesawat nirawak yang menyasar berbagai wilayah Ukraina. Menurut Zelensky, seluruh rudal balistik diarahkan ke ibu kota dan kawasan sekitarnya, terutama fasilitas energi penting. Serangan ini menyebabkan kerusakan infrastruktur serta gangguan pasokan listrik, air, dan pemanas bagi masyarakat.
Zelensky menjelaskan bahwa sistem pertahanan udara Ukraina hanya berhasil mencegat empat dari 36 rudal balistik yang diluncurkan Rusia. Kondisi tersebut memperlihatkan keterbatasan persediaan rudal pencegat yang dimiliki Ukraina, khususnya untuk sistem pertahanan udara Patriot. Pemerintah Ukraina menyatakan bahwa sebagian rudal yang digunakan Rusia diduga merupakan jenis KN-23 buatan Korea Utara. Pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan karakteristik persenjataan yang ditemukan di lokasi serangan.
Serangan Rusia menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas energi yang memasok listrik dari pembangkit nuklir menuju Kyiv dan wilayah tengah Ukraina. Beberapa gardu induk di berbagai daerah juga dilaporkan mengalami gangguan akibat serangan tersebut. Kondisi ini memperburuk situasi kelistrikan ketika suhu udara mulai mendekati titik beku menjelang musim dingin. Petugas darurat dan teknisi dikerahkan untuk memperbaiki jaringan serta memulihkan layanan penting bagi penduduk.
Selain fasilitas energi, serangan rudal turut merusak Jembatan Utara yang melintasi Sungai Dnipro di Kyiv. Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menyampaikan bahwa kerusakan pada jembatan dan jaringan pendukungnya mengganggu aktivitas transportasi masyarakat. Sejumlah bangunan tempat tinggal, fasilitas pendidikan, dan kawasan usaha juga terdampak serangan. Otoritas Ukraina melaporkan sedikitnya dua orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka dalam rangkaian serangan di berbagai wilayah negara tersebut.
Pemerintah Rusia menyatakan bahwa operasi militernya menargetkan fasilitas yang berkaitan dengan industri pertahanan, energi, dan transportasi Ukraina. Sementara itu, pemerintah Ukraina menilai serangan terhadap infrastruktur penting memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sipil. Zelensky menuduh Moskow meningkatkan tekanan militer menjelang perundingan damai yang direncanakan berlangsung di Abu Dhabi. Perbedaan pandangan kedua negara kembali menunjukkan sulitnya mencapai kesepakatan untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Zelensky meminta Amerika Serikat dan negara-negara sekutu mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara serta rudal pencegat tambahan. Menurutnya, kemampuan menghadapi serangan balistik menjadi kebutuhan mendesak untuk melindungi penduduk dan fasilitas strategis. Ukraina juga mendorong penguatan sanksi terhadap pihak-pihak yang membantu Rusia memperoleh komponen persenjataan. Di sisi lain, pemerintah terus mengerahkan sumber daya untuk memperbaiki fasilitas energi dan menjaga kelangsungan pelayanan publik selama musim dingin.
Serangan 36 rudal balistik ke Kyiv dan sekitarnya menambah tantangan keamanan yang dihadapi Ukraina menjelang perundingan dengan Rusia dan Amerika Serikat pada 10–11 November 2026. Kerusakan fasilitas energi serta transportasi berpotensi memperberat kehidupan masyarakat apabila perbaikan tidak segera diselesaikan. Pemerintah Ukraina berupaya meningkatkan kesiapan pertahanan sekaligus mempertahankan jalur diplomasi untuk mencari penyelesaian konflik. Situasi keamanan masih menjadi perhatian internasional karena serangan terhadap infrastruktur penting dapat menimbulkan dampak kemanusiaan yang luas. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada langkah militer kedua pihak serta hasil pembicaraan diplomatik yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.