Bengkulu, 27 September 2026 –
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah tenggara Enggano, Bengkulu, Minggu (27/9/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Gempa tercatat terjadi pada pukul 12.23.45 WIB dengan pusat berada di laut. Masyarakat di sekitar wilayah Bengkulu tetap diminta memperhatikan informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas kegempaan.
Berdasarkan parameter awal BMKG, episentrum gempa berada pada koordinat 6,47 derajat Lintang Selatan dan 102,74 derajat Bujur Timur. Lokasinya berada sekitar 136 kilometer tenggara Enggano, Bengkulu. Hiposentrum gempa tercatat berada pada kedalaman 10 kilometer. Dengan parameter tersebut, BMKG memastikan kejadian ini tidak memicu ancaman tsunami.
Meski tidak berpotensi tsunami, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap kemungkinan munculnya gempa susulan. Informasi mengenai aktivitas lanjutan perlu terus dipantau karena parameter gempa dapat diperbarui setelah analisis yang lebih lengkap dilakukan. Warga juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya. Informasi dari lembaga resmi menjadi rujukan utama ketika terjadi gempa bumi.
Hingga informasi awal mengenai gempa disampaikan, belum terdapat laporan terperinci mengenai kerusakan bangunan ataupun korban akibat kejadian tersebut. Informasi awal lebih banyak memuat parameter gempa berupa magnitudo, waktu kejadian, koordinat, kedalaman, serta status potensi tsunami. Kondisi di wilayah sekitar pusat gempa masih perlu dipantau untuk mengetahui apakah guncangan menimbulkan dampak tertentu. Pembaruan dapat disampaikan apabila terdapat hasil pemantauan tambahan dari lapangan.
Wilayah Enggano dan perairan sekitarnya memang beberapa kali mengalami aktivitas gempa. Pada 11 Agustus 2026, misalnya, gempa magnitudo 5,1 juga terjadi sekitar 63 kilometer tenggara Enggano dengan kedalaman 30 kilometer. Gempa tersebut juga dinyatakan tidak berpotensi tsunami. Catatan tersebut memperlihatkan aktivitas kegempaan di kawasan sekitar Enggano terus dipantau secara rutin.
Bagi masyarakat di kawasan rawan gempa, kesiapsiagaan tetap diperlukan meskipun gempa yang terjadi tidak memicu tsunami. Warga dapat memastikan jalur keluar rumah tidak terhalang, mengetahui titik berkumpul yang aman, serta menghindari bangunan yang terlihat mengalami kerusakan setelah guncangan kuat. Apabila gempa kembali terasa, masyarakat disarankan melindungi kepala dan menjauh dari benda yang berpotensi jatuh. Setelah kondisi memungkinkan, warga dapat menuju area terbuka sambil mengikuti arahan petugas.
Gempa M4,5 pada Minggu siang tersebut sejauh ini tidak disertai peringatan tsunami. BMKG tetap mengingatkan adanya kemungkinan gempa susulan sehingga kewaspadaan masyarakat perlu dipertahankan tanpa menimbulkan kepanikan. Pemantauan aktivitas kegempaan di sekitar Enggano dan Bengkulu akan terus menjadi bagian penting dalam mitigasi bencana di kawasan tersebut. Masyarakat diimbau mengikuti pembaruan resmi apabila terdapat perubahan parameter maupun informasi mengenai dampak gempa.